Kemenangan di Hari Terakhir
Tim voli putri Alas Pilipinas memastikan diri membawa pulang medali perunggu dari Leg 1 SEA Women’s V.League 2025 setelah mengalahkan Indonesia dengan skor 3-1 (25-20, 25-20, 16-25, 25-13) pada pertandingan yang digelar hari Minggu di Nakhon Ratchasima, Thailand.
Kemenangan ini menjadi pelipur lara setelah tim Filipina menelan kekalahan di dua pertandingan awal menghadapi tuan rumah Thailand dan Vietnam. Meski gagal meraih emas maupun perak — yang selama ini selalu direbut Thailand sejak 2019 — hasil ini menjadi medali perunggu ketiga berturut-turut bagi Filipina dalam turnamen tersebut.
Bangkit Usai Kekalahan Awal
Alas Pilipinas sempat unggul 2-0 atas Indonesia, namun kehilangan fokus di set ketiga, yang berhasil dimanfaatkan oleh tim Merah Putih untuk memperkecil ketertinggalan. Namun, pada set keempat, tim yang dipimpin kapten Jia de Guzman tampil agresif dan langsung unggul 15-4, hingga akhirnya menutup laga dengan kemenangan meyakinkan 25-13.
Evaluasi dari Tim Indonesia
Sementara itu, bagi tim nasional voli putri Indonesia, kekalahan dari Filipina menjadi pukulan telak sekaligus pelajaran penting menjelang Leg 2 SEA V League yang akan berlangsung di Vietnam pekan depan.
Manajer tim, Luciana Taroreh, menyampaikan bahwa kekalahan di Thailand menjadi bahan evaluasi berharga bagi skuad Merah Putih. “Kami tetap optimistis. Tim ini akan terus bekerja keras, dan dukungan publik sangat berarti. Kekalahan hari ini menjadi titik evaluasi penting. Fokus kami sekarang adalah bangkit dan tampil lebih baik di Vietnam,” ujar Luciana, Minggu (3 Agustus).
Tantangan Sepanjang Turnamen
Selama berada di Thailand, performa Indonesia memang belum maksimal. Selain kalah dari Filipina, pasukan asuhan pelatih Octavian juga tumbang dari Vietnam dengan skor telak 0-3 (11-25, 11-25, 22-25) dan dari Thailand 1-3 (25-22, 15-25, 25-27, 12-15).
Luciana mengakui bahwa Filipina tampil lebih solid, sementara Indonesia masih menghadapi banyak tantangan, terutama dalam hal pertahanan, konsistensi permainan, komunikasi antarpemain, dan penyelesaian poin krusial.
Cedera dan Fokus Jadi Masalah
Selain itu, beberapa pemain kunci Indonesia disebut masih belum pulih sepenuhnya dari cedera, yang berdampak pada performa mereka sepanjang pertandingan. Meski sempat memimpin di set pertama melawan Filipina, Indonesia kehilangan fokus dan gagal menjaga momentum hingga akhirnya harus mengakui keunggulan lawan.
Harapan di Vietnam
Dengan hasil kurang memuaskan di leg pertama, tim Merah Putih kini membidik kebangkitan di Vietnam. Evaluasi dan pembenahan menjadi kata kunci, demi kembali bersaing memperebutkan posisi puncak dan mengembalikan kepercayaan diri tim di panggung Asia Tenggara.