Blitz Electric Mobility (Blitz), perusahaan penyedia solusi logistik berbasis kendaraan listrik (EV) di Indonesia, telah berhasil mengamankan pendanaan putaran Pra-Seri A yang dipimpin oleh perusahaan modal ventura asal Malaysia, Vynn Capital.
Investasi Strategis untuk Pertumbuhan
Dalam keterangan resminya pada hari Senin, Blitz menyatakan bahwa investasi ini merupakan wujud komitmen berkelanjutan dari Vynn Capital melalui dana khusus mereka di sektor mobilitas dan rantai pasok. Putaran pendanaan ini juga diikuti oleh investor sebelumnya, Iterative Capital.
Selain itu, pendanaan ini berhasil menarik sejumlah investor baru terkemuka, termasuk Balaji Srinivasan (mantan mitra umum Andreessen Horowitz), Rajesh Venkatesh (mantan eksekutif PayPal), dan Vinner Ventures. Para investor ini melengkapi jajaran investor institusional Blitz yang berfokus pada dampak sosial dan lingkungan, seperti Asian Development Bank (ADB) Ventures, FiveFortyAlpha, BonBillo Fund, dan Peak XV.
Fokus pada Ekspansi dan Profitabilitas
Memasuki babak baru pertumbuhan yang disiplin dan berkelanjutan, Blitz berencana menggunakan dana yang diperoleh untuk mengakselerasi ekspansi bisnisnya di seluruh Indonesia. Dengan fokus yang lebih tajam pada efisiensi, klien berkualitas, dan operasi yang skalabel, perusahaan akan mengalokasikan sumber dayanya untuk mendorong unit ekonomi yang lebih kuat dan menciptakan nilai jangka panjang.
Strategi baru ini menempatkan Blitz pada posisi untuk bergerak menuju profitabilitas dengan lebih percaya diri, sambil terus memberikan dampak positif dalam skala besar. Perusahaan menargetkan untuk memperluas jejak operasionalnya hingga ke 30 kota, dengan tujuan menjadi penyedia logistik EV terbesar di Indonesia.
Model Bisnis Inovatif di Sektor Logistik
Pendekatan asset-light (ringan aset) dan mengutamakan teknologi (tech-first) yang diusung Blitz menempatkannya di garis depan sektor logistik berkelanjutan, khususnya di pasar pengiriman last-mile (jarak tempuh terakhir) Indonesia. Perusahaan ini hadir untuk menjawab tiga tantangan krusial: memenuhi permintaan pengiriman instan, mengatasi kompleksitas dalam mengembangkan logistik internal (in-house), dan mewujudkan infrastruktur yang lebih bersih melalui elektrifikasi.
Blitz memberdayakan para pelaku bisnis dengan menyediakan layanan pengiriman instan dan di hari yang sama (same-day) yang skalabel, tanpa mengharuskan klien untuk memiliki atau mengelola armada sendiri. Perusahaan mengoperasikan ribuan kurir lepas (gig couriers) yang terus bertambah, serta menawarkan solusi logistik business-to-business (B2B) yang disesuaikan, mencakup:
-
Pengiriman instan dan same-day dalam rentang waktu 1 hingga 12 jam.
-
Layanan logistik white-label yang terintegrasi.
-
Manajemen pengiriman komprehensif di bawah merek klien sendiri.
Berbeda dari pemain lain, Blitz telah membangun model unik yang dirancang untuk margin berkelanjutan, kemitraan klien jangka panjang, serta menyediakan pembiayaan kendaraan listrik bagi para pekerja lepas.
Pencapaian Finansial dan Visi Para Pemimpin
Pada tahun 2024, perusahaan berhasil melipatgandakan pendapatannya hingga tiga kali lipat, sambil memangkas tingkat pembakaran dana (burn rate) lebih dari 70%, yang secara signifikan mengoptimalkan biaya operasional. Dengan strategi yang disiplin, Blitz telah mencapai peningkatan profitabilitas yang substansial.
“Fase pertumbuhan awal telah kami lewati. Sekarang, fokus kami adalah penskalaan yang disiplin. Artinya, memaksimalkan apa yang berhasil dan menghentikan apa yang tidak,” ujar Saivya Chauhan, Pendiri dan CEO Blitz.
William So, Co-Founder dan CFO Blitz, menambahkan, “Pendanaan ini mencerminkan kepercayaan terhadap model bisnis kami yang telah terbukti dan memposisikan kami untuk mengamankan modal yang sejalan dengan tujuan jangka panjang kami.”
Pandangan Investor Terhadap Potensi Blitz
Victor Chua, Founding & Managing Partner Vynn Capital, mengungkapkan optimismenya terhadap model bisnis Blitz. “Blitz memecahkan tantangan mendasar bagi para pebisnis di Asia Tenggara: bagaimana cara meningkatkan skala logistik dengan cepat tanpa beban kepemilikan infrastruktur,” katanya.
“Model bisnis mereka memberdayakan berbagai merek untuk memenuhi ekspektasi pengiriman yang terus meningkat dengan cepat, andal, dan berkelanjutan. Seiring kami memperkuat tesis investasi kami di sektor mobilitas dan rantai pasok, Blitz menonjol sebagai operator yang disiplin secara komersial dan siap untuk mengubah cara bisnis memindahkan barang di seluruh kawasan,” tutup Victor.