Pemerintah Indonesia mengambil langkah strategis untuk mendiversifikasi sektor pariwisatanya dengan menggandeng operator resor premium global, Club Med, untuk membuka fasilitas eksklusif di Manado, Sulawesi Utara. Kemitraan ini merupakan bagian dari upaya yang lebih besar untuk mengatasi kepadatan turis (overtourism) di Bali dan memperkenalkan “permata tersembunyi” Indonesia kepada dunia, terutama bagi wisatawan Australia.
Daya Tarik Bali dan Tantangan Overtourism
Bali telah lama menjadi primadona bagi wisatawan Australia, dengan angka kunjungan mencapai sekitar 1,5 juta orang setiap tahunnya. Hal ini menjadikan Australia sebagai sumber wisatawan asing terbesar bagi Pulau Dewata. Popularitas Bali didukung oleh berbagai faktor, mulai dari kedekatan geografis dengan waktu tempuh penerbangan yang relatif singkat (5-10 jam), hingga biaya yang terjangkau dan suasana yang santai.
Selain itu, Bali menawarkan keragaman atraksi yang luar biasa, mulai dari kehidupan malam yang semarak, kuliner kelas dunia, hingga pura-pura ikonik dan pusat-pusat retret kesehatan (wellness) yang menjamur. Tren pariwisata kesehatan, seperti yoga dan meditasi, telah menjadi daya tarik signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, popularitas masif ini juga membawa tantangan. Kawasan-kawasan seperti Kuta, Seminyak, Canggu, dan Ubud kini mengalami kepadatan yang tinggi, sehingga sumber daya lokal mulai tertekan.
Strategi “Lima Destinasi Super Prioritas”
Untuk mengatasi masalah ini dan memastikan manfaat ekonomi pariwisata tersebar lebih merata, pemerintah Indonesia meluncurkan inisiatif “lima destinasi super prioritas”. Strategi ini bertujuan untuk mengembangkan dan mempromosikan lima kawasan di luar Bali yang memiliki potensi besar untuk menjadi tujuan wisata utama berikutnya. Tujuannya adalah untuk menawarkan pengalaman yang lebih otentik, tenang, dan unik bagi para pelancong yang ingin menjelajahi sisi lain Indonesia.
Kolaborasi Strategis di Manado
Sebagai salah satu langkah konkret dari strategi tersebut, Indonesia bermitra dengan Club Med untuk mengembangkan sebuah resor eksklusif di Manado. Proyek ini dirancang dengan fokus kuat pada pariwisata berkelanjutan. Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik kawasan tersebut dengan mengintegrasikan praktik-praktik ramah lingkungan dalam pembangunannya, meminimalkan dampak terhadap alam, sekaligus mempromosikan budaya lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Resor ini akan menonjolkan keindahan alam dan keanekaragaman hayati Sulawesi Utara yang luar biasa.
Detail Perjanjian dan Komitmen Club Med
Club Med, yang telah berpengalaman lebih dari 75 tahun dalam menyediakan liburan premium all-inclusive, telah menandatangani Perjanjian Manajemen Hotel dengan PT Grahatama Kreasibaru (GKB), salah satu pemain kunci di sektor perhotelan Indonesia. Penandatanganan perjanjian bersejarah ini dilakukan di Club Med Bali, menandai komitmen kedua belah pihak untuk mempromosikan keindahan Sulawesi Utara di panggung pariwisata global.
Resor di Manado ini akan menjadi properti Club Med yang ketiga di Indonesia, menyusul kesuksesan Club Med Bali yang dibuka pada tahun 1984 dan Club Med Bintan pada tahun 1997. Sebagai bukti dedikasinya yang berkelanjutan terhadap Indonesia, Club Med juga memperbarui Perjanjian Pemanfaatan Lahan untuk Club Med Bali dan sedang melakukan peningkatan signifikan pada resornya di Bintan.
Visi untuk Pengalaman Wisata Premium
Melalui resor barunya di Manado, Club Med berencana untuk menawarkan pengalaman mewah all-inclusive khasnya yang dipadukan dengan beragam aktivitas. Penawaran ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan berbagai jenis wisatawan, baik mereka yang mencari relaksasi total maupun para pencari petualangan. Kemitraan ini diharapkan tidak hanya menciptakan destinasi perjalanan yang luar biasa tetapi juga menjadi model bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan di seluruh nusantara.