LensaNTB.com, Mataram – Kasus kematian Zainal Abidin, total Empat Belas saksi anggota Polres Lombok Timur di Periksa Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) sampai saat ini, Jumat (13/09).
Misteri dalam kematian Zainal Abidin pemuda (28) asal Lombok Timur yang di duga korban pengeroyokan oknum Polisi Polres Lombok Timur.
Dari keterangan aparat Kepolisian, Korban atas nama Zainal Abidin (ZN) tidak terima atas kasus penilangan yang dialaminya sehingga Zainal Abidin mendatangi Polres Lombok Timur dan menyerang anggota Polisi sehingga terjadilah perkelahian.
Kapolda NTB, Irjen Pol. Drs Nana Sudjana AS., MM mengatakan bahwa, Tim Investigasi yang telah dibentuk dari Polda NTB sampai saat ini masih terus bekerja dengan cara melakukan tindakan pemeriksaan dan pendalaman.
“ Kami dari Kepolisian Daerah NTB telah memeriksa 14 orang termasuk yang diduga melakukan pelanggaran Kode etik dan tindak pidana,” Ujar Kapolda NTB sebelum olahraga Bersama dengan insan pers di Polda NTB, Jumat (13/09).
Kapolda NTB mengatakan, Tim Investigasi yang telah dibentuk dan sampai saat ini masih terus bekerja dengan melakukan pemeriksaan dan pendalaman. Hingga hari ini telah dilakukan pemeriksaan terhadap 14 orang termasuk yang di duga melakukan pelanggaran atau tindak pidana. Belum ada pejabat Polres Lotim atau Kapolresnya yang diperiksa. Status mereka yang di periksa masih sebagai saksi, kami belum menentukan para tersangka, kita perlu alat bukti lain untuk meyakinkan peran masing-masing dalam kejadian tersebut,” ungkapnya.
Ia mengatakan kepada media, kurang lebih dalam satu sampai dua minggu kami akan mengumumkan hasil dari pemeriksaan saksi – saksi.
“ Kita akan melaksanakan Perkara untuk menentukan tersangka. Berkas akan displit dan ini memerlukan pemeriksaan lanjutan. Ada beberapa oknum anggota polisi yang sudah mengarah untuk menjadi tersangka dalam perkara pidana ini. Dalam penerapan pasalnya pun kita perlu kecermatan sehingga nantinya dapat menjadi rangkaian utuh telah terjadi tindak pidana,” Jelasnya.
Kami berharap lanjut Kapolda, situasi dan kondisi di Nusa Tenggara Barat khususnya di Lombok Timur yang tetap kondusif. Jangan sampai masalah ini dijadikan isu yang dapat di manfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab sehingga bisa memperkeruh suasana dan Kami juga menghimbau semua pihak untuk tidak ikut serta membuat atau menggiring opini, mendistribusikan berita-berita yang negatif sehingga terjadi misinformasi yang dapat mendorong adanya provokasi yang dapat menimbulkan gangguan keamanan.
“ Mari kita menyikapi persoalan ini secara proporsional melalui langkah-langkah hukum. Yang jelas kita akan menindak tegas siapapun yang melakukan pelanggaran atau tindak pidana,” Pungkasnya. (HRS)